Monday, May 25, 2026

🌸

Ada musim dalam hidupku di mana Tuhan mengajariku bahwa melepaskan bukan sekadar melupakan, tetapi menyerahkan dengan sungguh kepadaNya.

Aku pernah berjalan dengan hati yang penuh, berisi kecewa, pertanyaan, dan luka yang tidak langsung sembuh. Aku mencari jawaban atas banyak hal yang tidak selalu Tuhan segera dijelaskan. Namun di tengah proses itu, aku belajar bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika aku tidak langsung melihat akhirnya.

Aku mulai mengerti bahwa Tuhan tidak selalu menghapus masa lalu dari ingatan kita, tetapi Ia menebusnya. Ia memakai setiap bagian, bahkan yang paling sulit untuk membentuk hati yang lebih tunduk, lebih lembut, dan lebih percaya kepada-Nya.

Di tengah proses itu juga, aku merasakan Tuhan mengarahkan hatiku untuk tidak hanya melihat ke dalam diriku sendiri, tetapi juga mulai memikirkan generasi setelahku. Bahwa apa yang aku jalani hari ini bukan hanya tentang aku bertahan, tetapi juga tentang bagaimana hidupku bisa menjadi kesaksian dan arah bagi orang lain yang sedang bertumbuh.

Hari ini aku belajar untuk menyerahkan semuanya kembali kepada Tuhan. Aku menyerahkan kepadaNya hal-hal yang tidak bisa aku ubah, dan melangkah maju dengan hati yang lebih tenang.

“Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” — Ibrani 12:1

Aku juga belajar bahwa manusia tidak selalu bisa memahami cerita manusia lain dengan tepat. Tetapi aku memilih untuk tetap hidup di hadapan Tuhan, yang mengenal hatiku sepenuhnya.

Aku percaya setiap musim berada di dalam tangan Tuhan, dan tidak ada bagian yang sia-sia di dalam Dia. Bahkan hal yang terasa tertunda, terluka, atau tidak selesai, tetap berada dalam kedaulatan-Nya.

Aku bersyukur untuk setiap kebaikan yang pernah aku alami, dan aku belajar untuk menyerahkan setiap luka kepada Dia yang sanggup memulihkan.

Bukan karena aku sudah kuat, tetapi karena kasih karunia Tuhan selalu cukup dalam kelemahanku.

Dan jika suatu hari aku membaca ini kembali, aku ingin mengingat satu hal: Tuhan tidak pernah berhenti bekerja dalam hidupku, bahkan ketika aku tidak memahami jalanNya.

No comments:

Post a Comment